Friday, November 21, 2014

Proses Rekayasa Genetika



PROSES REKAYASA GENETIKA

Dwini Normayulisa P., Ginasesharita H., Laras Ragil K.P., Putra Perwira P., Sandra Monica, Septi Niawati, Wendi Anata P.

Abstrak
Definisi resmi dari rekayasa genetika adalah menekankan pada penggandaan molekul asam nukleat asing di dalam tubuh organisme inang yang berbeda. Sedangka secara umum rekayasa genetika secara umum adalah memanipulasi (mengubah susunan) gen untuk mendapatkan galur baru. Dalam proses rekayasa genetika dibutuhkan sebuah vektor atau pembawa gen hasil rekayasa yang biasanya berupa bakteri, beberapa jenis ragi, atau virus. Rekayasa genetika terdiri dari tiga proses yaitu pemotongan yang menggunakan enzim restriksi endonuklease untuk memotong DNA sasaran, modifikasi yang meliputi insersi, delesi, dan substitusi, serta penggabungan yang terdiri dari 3 metode yaitu penyambungan dengan menggunakan enzim DNA ligase terhadap ujung kohesif yang dibentuk oleh enzim restriksi, penyambungan dengan menggunakan DNA ligase dari sel E. coli yang telah diinfeksi dengan bakteriofag T4 atau sering disebut dengan enzim T4 ligase, serta dengan pemberian enzim deoksinukleotidil transferase untuk menyintesis untai tunggal homopolimerik 3’. 

Keyword: Rekayasa genetika, pemotongan, insersi, delesi, substitusi, DNA, vektor, restriksi, ligase.

I.          Definisi Rekayasa Genetika
Gen adalah suatu unit fungsional dasar hereditas yang merupakan titik focal dalam ilmu genetika modern. Konsep gen pertama kali diperkenalkan pada tahun 1865 oleh Gregor Mendel. Rekayasa genetika secara umum adalah memanipulasi (mengubah susunan) gen untuk mendapatkan galur baru. Manipulasi gen didefinisikan sebagai pembentukan baru materi genetik yang dapat diturunkan dengan cara menyisipkan moleku-molekul asam nukleat ke virus atau plasmid bakteri atau organisme pembawa lainnya yang memungkinkan terjadi penggabungan ke dalam organisme dan mampu mengadakan penggandaan lagi. Manipulasi ini termasuk mutasi, seleksi mutan dengan mengganti gennya, atau memindahkan materi genetik ke oganisme lain. Dalam penyisipan gen diperlukan mokroorganisme biasanya bakteri, beberapa jenis ragi, atau virus. E. coli biasanya digunakan sebagai bakteri pembawa gen (vektor) (Sumastri, 2005). 

Menurut Djajanegara manfaat teknologi rekayasa genetika adalah sebagai berikut:
1.    Meningkatkan produktivitas dan kualitas produk-produk pertanian secara nyata (James, 1998).
2.    Memberikan terobosan baru pada pemuliaan tanaman dimana teknik-teknik konvensional mengalami hambatan (Suwonto, 2000).
3.    Memecahkan masalah-masalah di bidang kesehatan dengan menyediakan vaksin-vaksin baru dan hormon-hormon penting melalui teknik DNA rekombinan (Koesnandar, 2000).
4.    Membantu pelestarian keanekaragaman hayati melalui rekayasa genetik, misal jamur Cryphonectaria parasitica menjadi berkurang keganasannya dalam menyerang tanaman Chesnut (Chen & Nuss,1999).(bersambung)

No comments: