Rabu, 30 Januari 2013

Biofuel : Bahan Bakar Ramah Lingkungan



Saat ini bahan bakar yang sangat umum digunakan adalah berasal dari bahan bakar fosil(Fossilfuel). Penggunaannya hamper disemua bidang seperti sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, pabrik industry, dan lain-lain. Bahan bakar fosil tersebut antara lain bensin(gasoline) dan minyak tanah. Bahan bakar yang berasal dari fosil tersebut memiliki kekurangan yakni jumlahnya yang terbatas dan dampak yang ditimbulkan akibat gas emisi seperti CO2, CO, dan Pb yang dapat dihasilkan dari pembakarannya sehingga mencemari udara. Hal ini mengakibatkan perlu adanya usaha mengalihkan penggunaan Fossilfuel(yang kurang ramah lingkungan) kepada bahan bakar yang environmental friendly sehingga mengurangi efek yang merugikan bagi lingkungan. Salah satu bahan bakar yang bias dikatakan environmental friendly dalam penerapannya adalah bahan bakar yang berasal dari bahan-bahan nabati yang biasa disebut Biofuel

Biofuel adalah bahan bakar yang berasal dari pengolahan bahan-bahan hayati(Biomasa) yang dapat diperoleh dari tumbuhan-tumbuhan(singkong, jagung, tebu, sawit, rumput dsb.), limbah agroindusri, bahkan kotoran(feces) serta bahan organik lainnya yang memiliki kandungan karbohidrat(pati) atau gula(glukosa). Keunggulan utama dari Biofuel dibandingkan dengan bahan bakar fosil adalah sifatnya yang lebih ramah lingkungan, dimana Biofuel memiliki kualitas pembakaran yang lebih sempurna dan bahan baku pembuatannya dapat berasal dari limbah-limbah pertanian(agriculture waste)  sehingga dapat mengurangi volume limbah yang ada. Sementara itu, bahan baku pembuatan Biofuel juga lebih berlimpah. 



Britain’s Sun Biofuels designs biofuel factory to be installed in Manica province, Mozambique


Biofuel terdiri dari berbagai macam jenis antara lain Bioethanol, Biogas, Biohidrogen, dan Biodiesel. Bioethanol berasal dari proses pengolahan karbohidrat(singkong, jagung, ubi) yang difermentasi oleh bantuan mikroorganisme seperti Ragi yang biasa digunakan dalam pembuatan tape dan roti. Biogas adalah bahan bakar berupa gas yang berasal dari hasil fermentasi kotoran dengan bakteri methanogen yang menghasilkan gas.

Secara umum, Biofuel(jenis Bioethanol skala kecil) dapat diperoleh dari proses sebagai berikut: Pertama, pnyediaan bahan baku seperti singkong, jagung, tebu. Kedua, Bahan baku diperlakukan dengan cara menghaluskannya menjadi seperti bubur. Ketiga, berikan enzim alfa amilase dan dipanaskan pada wadah. Keempat, dinginkan dan dipindah kewadah fermentasi yang kedap udara(anaerob). Kelima, masukan ragi dan tunggu beberapa hari samapi terjadi fermentasi pada bahan. Keenam, lakukan penyulingan(distilasi) untuk memisahkan ethanol. Selesai

Dinegara-negara seperti Amerika dan Brazil, Biofuel telah digunakan sebagai bahan bakar campuran dengan bensin. Nanmun, saat ini di Indonesia, Biofuel belum menjadi bahan bakar utama melainkan masih dalam tahap pengembangannya. Salah satu perusahaan di Indonesia yang memproduksi Biofuel jenis Bioethanol adalah Medco. Mengingat perlunya suatu bahan bakar yang ramah lingkungan, penggunaan Biofuel diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk mengatasi permasalahan krisis energi dimasa mendatang dan mengurangi penyebab pemanasan global yang terjadi.
Poskan Komentar